Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Chandra, SH., MH (kiri) bersama
Ketua Pelaksana PKKMB UMJ 2023, Ir. Harwidyo Eko, ST., MT (kanan) dan
ketua lembaga UKM menunggangi kuda menuju tempat acara untuk melakukan
pembukaan UKM Expo 2023, Selasa (19/9/23).
Berbeda dari pertama, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru
Universitas Muhammadiyah Jakarta (PKKMB UMJ) hari kedua terdapat hal
yang unik. Diikuti ribuan mahasiswa, Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa
Candra, SH., MH., bersama Ketua Pelaksana PKKMB UMJ 2023, Ir. Harwidyo
Eko, ST., MT, dan ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menunggang
kuda menuju Aula KH. A. Azhar Basyir untuk melakukan pembukaan UKM Expo
2023, Selasa (19/9/23).
Baca juga :
Agenda
kali ini digelar untuk memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
yang dikemas dalam UKM Expo 2023 bertajuk Kembangkan Diri Ukir Prestasi
Bersama UMJ. Nantinya, Ribuan mahasiswa baru akan berkeliling kampus A
untuk diperkenalkan UKM UMJ.
UKM Expo merupakan event tahunan yang diselenggarakan untuk
memperkenalkan UKM yang ada di UMJ kepada seluruh mahasiswa, khususnya
pada mahasiswa baru. Saat ini UMJ memiliki total 6 UKM yaitu Menwa
(Resimen Mahasiswa), Mapala Stacia, Mapena, UKM Olahraga, Lembaga Budaya
Kampus (LBK) Renaissance, Unit Dakwah Kampus (UDK) At-Tanwir, serta 4
komunitas yaitu Foreign Language Community (FLC), Korps Protokoler
Mahasiswa (KPM), Disabled Care Community (DCC), dan Paduan Suara
Mahasiswa (PSM). Keseluruhan UKM tersebut berada di bawah naungan Wakil
Rektor IV UMJ Bidang Kemahasiswaan, Dr. Septa Chandra, SH., MH.
Pembukaan UKM Expo 2023 “Kembangkan Diri Ukir Prestasi Bersama UMJ di Aula KH. A. Azhar , Selasa (19/9/23). Selasa (19/9/23)
Dalam sambutannya, Septa Candra menganalogikan UMJ sebagai rumah ke
dua, selayaknya Tuan di rumah sendiri, mahasiswa harus aktif tidak boleh
bersikap seperti tamu “Dengan kemarin disematkannya jas almamater,
kalian sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UMJ. Selama 4
tahun ke depan kalian akan menjalani kehidupan disini. Oleh karena itu
kalian harus aktif. Jika, menjadi mahasiswa hanya kupu-kupu (kuliah
pulang, kuliah pulang) kalian masih menjadi tamu, belum menjadi Tuan”
ungkap Septa.
Lebih lanjut, Septa menegaskan bahwa mahasiswa harus aktif sehingga
nanti tidak jenuh, karena hanya disibukan oleh persoalan akademik.
“Ketika ke kampus malas, karena yang diingat hanya persoalan tugas
kuliah saja. Tetapi jika menjadi mahasiswa penuh dengan kegiatan kampus,
selain kuliah. Maka kalian akan senang hati jika berada di kampus,”
tegas Septa.
Selaras dengan hal itu, Farhan Ketua UKM Expo 2023 mengajak mahasiswa
untuk bisa mengembangkan minat dan bakat di UKM UMJ. “Saya berharap
setelah mengikuti UKM UMJ Expo 2023, kalian dapat menentukan pilihan
sesuai dengan minat dan bakat,” pungkas Farhan.
Acara UKM Expo dibuka langsung oleh Septa Candra dengan pemukulan
gong secara simbolis di hadapan seluruh mahasiswa baru UMJ. Usai acara
diresmikan, panitia mengajak seluruh peserta PKKMB untuk berkeliling
stand UKM yang telah disiapkan dengan kegiatannya berupa penyajian
pertunjukan, alat, dan penjelasan dari anggota UKM secara langsung.
Hasil Panen Sayuran Caisim yang diproduksi oleh FTAN UMJ, Selasa (19/09/2023).
(FTAN UMJ) melakukan panen sayur caisim pada
Selasa (19/09/2023) yang merupakan hasil budidaya tanaman hidroponik
dari kebun milik FTAN UMJ. Sayur caisim yang dihasilkan secara
hidroponik ini lebih segar dan renyah.
Baca juga : F
Kepala Laboratorium dan Kebun,
Dirgahani Putri, S.P., M.Si., menjelaskan proses penanaman sayur caisim
mulai dari penyemaian hingga memasuki masa panen. Budidaya sayur caisim
memakan waktu kurang lebih selama enam minggu. Terlebih dahulu caisim
ditanam selama tiga hari di tempat yang teduh sampai berkecambah,
kemudian dipindahkan ke tempat persemaian selama 10-14 hari.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan selama proses budidaya adalah
kebersihan lingkungan dan nutrisi. “Sayur caisim membutuhkan nutrisi
diatas 1100 hingga 1200. Nutrisi sayur caisim diperoleh melalui air yang
dialiri secara terus-menerus. Tanaman hidroponik caisim tidak
bergantung dengan kondisi cuaca, hanya saja membutuhkan sinar matahari
yang cukup,” jelas Dirgahani.
Tidak hanya hidroponik, sayur caisim juga dapat ditanam menggunakan
media tanah namun, proses budidaya sayur caisim menggunakan hidroponik
memakan waktu lebih singkat dibandingkan menggunakan media tanah, karena
selalu dialiri air.
Kebun milik FTAN UMJ secara berkala menghasilkan panen berbagai jenis
sayur setiap bulannya dan menghasilkan sayur yang hijau segar dan
berkualitas. Hasil panen sayur ini kemudian akan dipasarkan di
lingkungan UMJ dengan harga yang terjangkau.
Lebih lanjut, dalam rangka memeriahkan Hari Bermuhammadiyah VII yang
akan diselenggarakan oleh FTAN UMJ sebulan mendatang, sayur caisim saat
ini tengah disiapkan untuk dipanen dan akan dibagikan secara gratis
kepada masyarakat.
Mahasiswa Baru 2023 Antusias Kenalan dengan UKM UMJ
19 September 2023
Oleh :
Dinar Meidiana
UKM Expo PKKMB UMJ 2023 di UMJ, Selasa (19/09/2023).
Mahasiswa baru Universitas
Jakarta () antusias berkenalan dengan kegiatan mahasiswa pada UKM Expo, Selasa (19/09/2023). Kegiatan yang mengusung tema Kembangkan Diri Ukir Prestasi Bersama UMJ ini merupakan rangkaian dari PKKMB UMJ 2023 yang digelar selama lima hari, pada 18-22 September 2023.
Baca juga :
Mahasiswa
baru diajak berkeliling pos UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang tersebar
di sekitar Green Park dan Gedung Cendekia. Tidak hanya berkenalan
tentang profil, program, dan prestasi yang pernah diraih UKM, mahasiswa
baru juga dilibatkan untuk bermain games dan menampilkan kebolehan
seperti panahan di UDK At-Tanwir, dan bernyanyi di LBK Renaissance.
Ribuan mahasiswa baru tampak antusias mencari tahu dan tertarik
dengan beberapa UKM yang telah disambangi. Salah satunya Muhammad Naufal
Gifari, mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi FISIP yang mengaku cukup
memiliki ketertatikan terhadap UKM. Menurutnya, setiap UKM memiliki
keunikan tersendiri.
“Semoga mahasiswa baru UMJ 2023 dapat lebih terbuka dengan kegiatan
di luar kelas. Lebih terbuka dengan diri sendiri untuk mencari minat dan
bakat melalui UKM di lingkungan UMJ,” kata Naufal saat ditemui di
Gedung Cendekia seusai mengikuti rangkaian UKM Expo.
Mahasiswa baru mengikuti rangkaian UKM Expo PKKMB UMJ 2023, Selasa (19/09/2023).
Saat ini UMJ memiliki total 6 UKM yaitu Menwa (Resimen Mahasiswa),
Mahasiswa Pecinta Alam Stacia, Mapena, Olahraga, LBK (Lembaga Budaya
Kampus) Renaissance, UDK (Unit Dakwah Kampus) At-Tanwir, serta 4
komunitas yaitu FLC (Foreign Language Community), KPM (Korps Protokoler
Mahasiswa), DCC (Disabled Care Community), dan PSM (Paduan Suara
Mahasiswa) UMJ.
Melalui UKM dan komunitas, mahasiswa UMJ dapat mengasah potensi diri
di berbagai bidang mulai dari kesenian, dakwah, bela negara, olahraga,
hingga bahasa asing. Oleh karenanya UKM dan komunitas menjadi bagian
penting dari proses belajar mahasiswa.
Faran Widiansyah, Ketua Pelaksana UKM Expo, menyampaikan agar
mahasiswa baru dapat ikut bergabung aktif di UKM UMJ. “Selain belajar di
dalam kelas, mahasiswa mendapatkan hal yang lebih di UKM karena pasti
dalam diri mahasiswa ada banyak potensi maka UKM salah satu wadah untuk
mengembangkannya,” ungkap Faran.
Menurut Faran, kegiatan mahasiswa di bebagai bidang akan turut
mengharumkan nama UMJ melalui kegiatan positif dan prestasi yang diraih.
Terlebih, UMJ selalu memberikan dukungan penuh untuk kegiatan mahasiswa
di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Mahasiswa yang
tergabung di UKM UMJ kerap meraih prestasi dan menjadi kebanggaan
sivitas akademika UMJ.
PKKMB UMJ Hari Pertama Hadirkan Hidayat Nur Wahid dan Airin Diany
18 September 2023
Oleh :
Dinar Meidiana
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan seminar dalam
PKKMB UMJ 2023 di Aula KH. A Azhar Basyir Gedung Cendekia, Senin
(18/09/2023).
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI),
menegaskan bahwa terdapat peran penting tokoh Muhammadiyah dalam
sejarah perumusan Pancasila. Hal tersebut disampaikannya saat berbicara
dalam kegiatan Program , Senin (18/09/2023) di Aula KH. A. Azhar Basyir,
.
Baca juga :
Hidayat memaparkan beberapa peran
tokoh-tokoh Islam, termasuk Muhammadiyah, dalam mengganti kalimat sila
pertama Pancasila menjadi berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu,
menurut Hidayat, empat sila lainnya juga terinspirasi dari ayat-ayat
Al-Qur’an, karena diksi yang digunakan merupakan serapan dari kata-kata
yang ada dalam Al-Qur’an.
Melihat pentingnya peran tersebut, Hidayat menilai bahwa umat Muslim
sejak dahulu selalu memberikan makna Bhineka Tunggal Ika bagi Indonesia.
PKKMB UMJ berlangsung pada tanggal 18-22 September 2023 dan mengusung
tema “Membangun Nalar Kritis, Mewujudkan Generasi Berkemajuan”. Bamyak
tokoh penting hadir dalam acara ini.
Selain Hidayat Nur Wahid, hadir pula
Wali Kota Tangerang Selatan tahun 2011-2021, yang menyampaikan materi tentang “Karakter Kemanusiaan dan Kesehatan Mental.”
Dr.
Hj. Airin Rachmi Diany, S.H., M.H., menyampaikan seminar dalam PKKMB
UMJ 2023 di Aula KH. A Azhar Basyir Gedung Cendekia, Senin (18/09/2023).
Dalam pemaparan Airin menyampaikan bahwa nilai kemanusiaan sangat
dibutuhkan di era banjir informasi yang didorong oleh kemajuan
teknologi. Nilai yang dimaksud adalah sikap adil, saling menghargai,
mencintai sesama dan saling tolong menolong, serta mengakui persamaan
hak.
Selain nilai kemanusiaan, hal penting yang menjadi perlu dipahami
oleh anak muda masa kini sebagai generasi masa depan adalah kesehatan
mental. Airin mengatakan bahwa kondisi kesehatan mental dapat dijaga
dengan berbagai kegiatan positif, di antaranya berkegiatan sosial dan
berolahraga.
Sebagai penutup, Airin juga memberikan pesan pada para mahasiswa baru
agar dapat menghadapi kehidupan perguruan tinggi yang kondisinya sangat
berbeda dengan sekolah menengah. “Kalian mau lulus tepat waktu bisa
dicapai dengan belajar,” katanya.
Dalam kegiatan ini ribuan mahasiswa baru UMJ juga diperkenalkan
lembaga mahasiswa tingkat universitas, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Selain itu acara dimeriahkan
oleh penampilan komedi tunggal atau stand up comedy dari comika Fico Fachriza, Juara 2 audisi Stand Up Comedy Indonesia Season 3.
Tiga Puluh Dua Lulusan Kebidanan UMJ Ucap Janji Sarjana
18 September 2023
Oleh :
Fazri Maulana
Prosesi Ucap Janji 32 lulusan sarjana Program Studi Kebidanan FKK
UMJ di Auditorium dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Senin (18/9/23).
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (
) menggelar acara Ucap Janji Sarjana Kebidanan di Auditorium dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Senin (18/9/23).
Baca juga :
Dalam acara bertajuk “Become a Professional and Islamic Midwife”
itu terdapat 32 lulusan yang mengucapkan janji dipimpin oleh Ketua
Program Studi Kebidanan UMJ, Hamidah, AM. Kep.S.ST., M.KM. Ucap janji
ini disaksikan oleh Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep.,
Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Muhammad Fachri Sp, P. FAPSR. FISR., Wakil Dekan
II FKK UMJ, Dr. Fatimah, S.S.T. MKM., Wakil Dekan III FKK UMJ, Dr.dr.
Atthariq Wahab., MPH dan Civitas Akademika FKK UMJ.
Ketua Program Studi Kebidanan, Hamidah, melaporkan bahwa lulusan
tahun ini mencapai angka 82%. “Dari tiga puluh sembilan mahasiswa, tiga
puluh dua di antaranya lulus tepat waktu. Dengan sembilan mahasiswa
mendapatkan predikat pujian, dua puluh dua lulusan sangat memuaskan, dan
satu lulusan memuaskan, adapun rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif
(IPK) lulusan mencapai 3,37,” jelas Hamidah.
Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P. FAPSR. FISR., dalam
sambutannya menyampaikan rasa bangga dan juga berpesan agar para lulusan
sarjana kebidanan memiliki amanah baru. Amanah tersebut adalah
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki secara
langsung kepada masyarakat, baik di Rumah Sakit ataupun di Puskesmas.
Sarjana kebidanan juga dituntut untuk memiliki modal empati.
“Menjadi sarjana kebidanan bukanlah hal yang mudah. Gelar tersebut
merupakan amanah baru, di mana ada tanggung jawab, kedisplinan,
kejujuran, dan komitmen,” pungkas Fachri.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, SKM.,
M.Kep., menegaskan bahwa lulusan kebidanan harus melanjutkan ke tahap
profesi untuk menjadi bidan yang terampil. “Pendidikan Profesi menjadi
hal yang wajib dalam dunia kesehatan, terlebih lagi jika ingin menjadi
praktisi. Pendidikan profesi tidak terpisahkan, dari siklus pendidikan
kalian. Dengan hal itu kita akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi
(STR) sehingga bisa melakukan aktivitas pelayanan kesehatan,” jelas
Hadi.
Dalam sesi lain, Afra Hadiyani, lulusan terbaik prodi kebidanan UMJ
dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76, berbagi pengalaman kuliah
di UMJ dan memberikan pesan kepada para mahasiswa kebidanan untuk pandai
mengelola waktu. “Tentunya harus terus belajar, karena tidak ada yang
bisa dilakukan tanpa belajar. Saya juga menerapkan manajemen waktu yang
tepat untuk bisa selalu menjalankan dua aktivitas, belajar dan
berorganisasi,” ucap Afra.
“Saya berharap prodi kebidanan UMJ terus melangkah lebih jauh menuju
unggul, untuk mencapai visi dan misinya yaitu mencetak bidan yang
terampil,” tambahnya lagi.
Afra juga memberikan harapannya tentang program studi kebidanan UMJ.
“Saya berharap prodi kebidanan UMJ terus melangkah lebih jauh menuju
unggul, untuk mencapai visi dan misinya yaitu mencetak bidan yang
terampil,” ungkap Afra saat diwawancara setelah acara ucap janji.