Pemenang Dana Hibah LPPM UMJ Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Bojong Kulur
19 Oktober 2023
Oleh :
Nadiva Rahma
Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat di Desa Bojong Kulur Gunung Putri, Bogor, Selasa, (17/10/2023)
Prof. Dr. Hj. Zulfitria Zaidir, M.Pd., Dr. Munaya Fauziah, M.Kes., dan Ummi Sabil merupakan salah satu tim yang terpilih sebagai pemenang dana hibah untuk program pengabdian kepada masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPPM UMJ). Program ini dilaksanakan di Mesjid Al Fath Vila Nusa Indah, Desa Bojong Kulur Gunung Putri Bogor, pada Selasa, (17/10/2023).
Prof. Dr. Hj. Zulfitria Zaidir, M.Pd. sebagai ketua memberikan kajian parenting dengan tema “Edukasi Kesehatan Islami dan Pendidikan Keluarga untuk Mencegah Stunting pada Anak” dan dipandu oleh Ketua Prodi FKM UMJ, Dr. Ernyasih, MKM, selaku pembawa acara. Ummi Sabil yang berprofesi sebagai praktisi herbal, memberikan materi tentang pengayaan edukasi kesehatan islami dan dilanjutkan oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ, Dr. Munaya Fauziah, M.Kes., memberikan pemaparan mengenai pendidikan keluarga untuk pencegahan stunting.
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak seperti tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Stunting juga dapat disebabkan oleh faktor lain diantaranya kurangnya Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif yang diberikan pada anak dan makanan pendamping ASI yang kurang cukup dan berkualitas.
Selain kajian parenting, acara turut dimeriahkan dengan event bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat Desa Bojong Kulur. Seluruh masyarakat tampak antusias menjualkan barang dagangan miliknya. Turut hadir Ketua PKK Desa Bojong Kulur Gunung Putri Bogor, Ambar Retnowati, S.Pd.I., Dosen Fakultas Agama Islam UMJ, Ustad Dr. Zainal Arif, Lc. MA., dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Rektor UMJ Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Lomba PENSIL MTQ UMJ 2023
13 April 2023
Oleh :
Mutiara Halimatu's Sadiyah
Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si (kiri atas), Wakil Rektor I UMJ Dr. Muhammad Hadi, M.Kep. (kanan atas), Wakil Rektor III Dr. Rini Fatma Kartika, M.H. (kiri bawah) ketika acara penyerahan hadiah juara 1 PENSIL MTQ di Masjid At-Taqwa UMJ, Selasa, (11/04/2023).
Pekan Seni, Ilmiah, dan Musabaqah Tilawatil Quran atau PENSIL MTQ yang diselenggarakan oleh Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) telah menyelesaikan rangkaian seleksi dari berbagai cabang perlombaan. Penghargaan kepada peserta juara 1 diberikan secara berkala oleh Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod. M.Si., kemudian Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., dan terakhir Wakil Rektor III Dr. Rini Fatma Kartika, M.H., di Masjid At-Taqwa UMJ, Selasa (07/04/2023).
Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan Dr. Septa Candra, S.H., M.H., menyatakan bahwa PENSIL MTQ merupakan ajang seleksi tingkat Universitas dalam mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti perlombaan di luar kampus baik tingkat nasional maupun internasional.
“Ini merupakan bentuk keseriusan Kampus untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di segala bidang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Kegiatan ini akan kita adakan secara rutin setiap tahunnya dengan menyesuaikan agenda kegiatan direktorat jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan umj.” Ungkap Septa.
Sebagaimana pendapat Ammar Sakti H yang menjadi juara 1 lomba melukis dari Fakultas Agama Islam (FAI). Ammar mengungkapkan bahwa PENSIL MTQ merupakan perlombaan yang menyenangkan karena hanya diikuti oleh Mahasiswa UMJ saja. “Lomba ini menarik dan bisa menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berkreasi. Semoga tahun depan akan lebih seru lagi, baik dari segi tema maupun acara.”
Kegiatan penyerahan hadiah berupa sertifikat dan uang tunai merupakan rangkaian pertama dalam acara peringatan Nuzulul Quran yang diikuti oleh pembagian sembako oleh Lembaga Amil Zakat dan Infaq Muhammadiyah (LAZISMU) UMJ serta ceramah Nuzulul Quran yang dibawakan oleh Prof. Din Syamsuddin.
10 mahasiswa peraih juara 1 pada cabang perlombaan musabaqah tilawatil quran (MTQ) di antaranya, Iin wulandari (Pendidikan Dokter), Ahmad Haqqul Hamdi (Pendidikan Agama Islam), Ibrahim (Pendidikan Dokter), Hardipa Imam Syahputra (Pendidikan Agama Islam), Ahsin Al Abrar (Agrokteknologi), Jidan Akbar (Agroteknologi), M. Hafidz Abdurrahman (Agrokteknologi), Dewi Zahra Salsabila (Komunikasi Penyiaran Islam), Dinda Nizami Ratu Sani (Komunikasi Penyiaran Islam), Nurul Fadia Prameswari (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah).
Adapun peraih juara 1 pada cabang perlombaan seni ialah lomba menyanyi pop Sabrina Zulfanova Saputri (Lomba Menyanyi Pop, Ilmu Komunikasi), lomba melukis Ammar Sakti H (Pendidikan Agama Islam), lomba menulis puisi Zalfa Putritama Wulanda (Pendidikan Matematika), lomba membaca puisi Luthfi Barra Prastya (Manajemen), dan lomba menulis lakon Andini (Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia).
Terakhir, untuk peraih juara 1 pada cabang perlombaan ilmiah di antaranya lomba National University Debating Championship Assyiffah Aulia (Ilmu Politik), Kontes Debat Mahasiswa Indonesia Muhammad Alkhas Almuizzudien (Ilmu Hukum), dan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Tania Nisrina Putri (Gizi), Nahdah Qonitah Istiqomah (Teknik Industry), Nur Shahnas (Teknisk Industry), Ghina Kamilah Nuriana (Teknik Kimia), Fadhilah Hasna (Manajemen). (MT/KSU).
Wamenkumham: UU KUHP Berorientasi pada Hukum Pidana Modern
13 April 2023
Oleh :
Qithfirul Fahmi
Wamenkumham Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., saat menjadi pemateri Semarak Ramadan dan Ngaji Kebangsaan yang digelar oleh DPD IMM DKI Jakarta di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ), Rabu (12/04/2023).
Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU KUHP) sudah tidak berorientasi pada hukum pidana klasik, yang menggunakan hukum pidana sebagai sarana balas dendam (keadilan retributif), tetapi sudah berorientasi pada paradigma hukum pidana modern, yaitu keadilan kolektif, keadilan restoratif, dan keadilan rehabilitatif. Hal ini disampaikan oleh Wamenkumham Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., dalam Semarak Ramadan dan Ngaji Kebangsaan yang digelar oleh DPD IMM DKI Jakarta di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ), Rabu (12/04/2023).
“Sederhananya, keadilan kolektif itu ditujukan ke pelaku. Artinya pelaku akan dijatuhi sanksi atas perbuatan yang dilakukan sebagai tindakan koreksi bahwa perilakunya salah. Kemudian, keadilan restoratif ditujukan kepada korban, di mana korban harus dipulihkan akibat kejahatan yang dilakukan oleh pelaku. Sementara itu, keadilan rehabilitatif ditujukan kepada korban dan pelaku,” ujar pria yang akrab disapa Eddy itu saat menjelaskan visi KUHP Nasional.
Pada agenda yang bertajuk “KUHP Baru Bagi Perkembangan Hukum di Indonesia” tersebut, Eddy juga membahas mengenai misi dan tantangan pada pembentukan KUHP. Menurutnya ada lima misi KUHP Nasional yaitu dekolonisasi, demokratisasi, konsolidasi, harmonisasi, dan modernisasi.
Sementara itu, tantangannya adalah tidak mudah untuk melakukan kodifikasi hukum dalam KUHP di tengah bangsa yang multietnis, multireligi, dan multikultur, serta merubah paradigma masyarakat dan penegak hukum terutama untuk tidak menghukum pelaku kejahatan sebagai sarana balas dendam.
“Itu betul-betul kami rasakan ketika membentuk KUHP. Berdialog melakukan sosialisasi di kampus-kampus antar daerah yang timbul perbedaan tajam secara diametral, sehingga harus diformulasikan dan mewujudkan di KUHP Nasional dengan skema win-win solution. Sebagai contoh mengenai pasal-pasal perzinahan dan kohabitasi di Sulawesi Utara dan Sumatera Barat,” ungkap Eddy.
Dalam sambutannya, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., mengapresiasi lahirnya produk KUHP Nasional setelah bertahun-tahun menggunakan KUHP Belanda. Ia mengutarakan bahwa UMJ turut berjasa dalam pembentukan KUHP Nasional tersebut, karena Dosen FH UMJ Roeslan Saleh dan Chairul Huda tergabung dalam tim pembentuk KUHP.
“KUHP bukan kitab suci seperti Al-Qur’an yang tidak bisa diubah, jadi nanti kita awasi pelaksanaannya. Apabila pelaksanaannya bersifat represif dan anti kritik seperti pasal penghinaan kepada pejabat negara, maka masih bisa diubah jika tidak pas dalam pemberlakuannya,” himbau Ma’mun.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPD IMM DKI Jakarta Ari Aprian Harahap menyampaikan bahwa agenda digelar dalam rangka membuka ruang dialog dan ruang tabbayun bagi masyarakat serta mahasiswa khususnya kader-kader IMM. Menurutnya, tabbayun menjadi hal penting karena perintah tabayyun tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6.
“Sejujurnya saya juga orang yang menolak KUHP Nasional pada tahun 2019, karena beberapa poin yang bermasalah seperti pasal penghinaan lambang negara atau kepala negara yang mengancam aktivis masuk penjara. Namun setelah Prof. Eddy jadi Wamenkumham, kita bisa membuka ruang untuk mengetahui pengaruh KUHP terhadap nasib hukum Indonesia ke depannya,” tutup Ari.
Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Chandra, SH., MH. (Kiri), Wamenkumham Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. (Kedua dari kiri), Ketua Umum DPD IMM DKI Jakarta Ari Aprian Harahap (ketiga dari kiri), dan Dekan FEB UMJ Dr. Luqman Hakim, SE., M.Si. (kanan) saat buka bersama di Aula FEB UMJ, Rabu (12/04/2023).
Selain Ma’mun, turut hadir dalam agenda Semarak Ramadan dan Ngaji Kebangsaan yaitu Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Chandra, SH., MH. dan Dekan FEB UMJ Dr. Luqman Hakim, SE., M.Si. Kegiatan ini diakhiri dengan buka bersama. (QF/KSU)
Din Syamsuddin: Nuzulul Qur’an Peristiwa Bersejarah Umat Islam
12 April 2023
Oleh :
Kholifatul Husna
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. saat menyampaikan tausyiyah pada malam peringatan Nuzulul Qur’an bertempat di Masjid At-Taqwa UMJ, Rabu (12/04/2023).
Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa bersejarah bagi umat Islam bahwa Al-Qur’an turun ke muka bumi atas perintah Allah SWT di bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Badan Pimpinan Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta (BPH UMJ) Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. dalam tausyiyah pada malam peringatan Nuzulul Qur’an bertempat di Masjid At-Taqwa UMJ, Rabu (12/04/23).
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk menjadi pedoman bagi umat muslim dan dasar bagi kehidupan di dunia. Dengan berpedoman Al-Qur’an hidup manusia akan lebih terarah dan terhindar dari perbuatan dosa.
Din Syamsudin menyampaikan pada tausyiyahnya dalam sejarah tercatat bahwa Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus kepada Rasulullah SAW. Ayat-ayat Al-Qur’an tersebut diturunkan secara bertahap, sedikit demi sedikit dan berangsur-angsur dalam kurun waktu 23 tahun.
Peristiwa turunnya ayat pertama di Goa Hira Mekkah pada tahun 610 M dikenal sebagai Nuzulul Qur’an. Lebih lanjut, Din menjelaskan ayat Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Alaq ayat 1-5, momen tersebut sekaligus menjadi awal kenabian Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan waktu turunnya Al-Qur’an juga disampaikan Din bahwa Al-qur’an menjadi awal penyebaran agama Islam dimana saat itu Nabi Muhammad sedang menyepi untuk menenangkan diri di Goa Hira. Nabi Muhammad yang saat itu berusia 40 tahun merasa prihatin terhadap masyarakat jahiliyah di Mekkah.
Pada saat itu Rasulullah SAW tidak bisa membaca apa yang malaikat Jibril bawa, karena sosok Jibril yang juga asing bagi Rasulullah SAW, sehingga ada rasa gugup luar biasa saat pertama kali bertemu dan menyampaikan firman Allah SWT yaitu Iqra (bacalah) yang terdapat dalam surat Al-Alaq.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S Al-Alaq 1-5)
“Turunnya Al-Qur’an adalah solusi atas jawaban dari menyepinya Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, kegelisahan terhadap masyarakat jahiliah di Mekkah, dengan diturunkannya Al-Qur’an merupakan kasih sayang Allah SWT yang memiliki sifat Ar-Rahman, dan Ar-Rahim dalam memberikan hidayah kepada umat muslim di Mekkah saat itu,” jelas Din Syamsuddin.
Tidak hanya peristiwa Nuzulul Qur’an yang disampaikan Din Syamsudin juga mengaitkan 3 unsur konsep kepribadian Islam menurut Taqqiyudin An Nabhani seperti Al Gharizah, An Nafsiyah, dan Al Aqlu.
Tiga unsur tersebut di jelaskan Din Syamsudin konsep kepribadian islam yang pertama, Al Gharizah atau naluri merupakan pola reaksi kemanusiaan terhadap rangsangan untuk mempertahankan diri dari sesuatu seperti kebutuhan jasmani.
“Bahwa Allah SWT telah menciptakan pada manusia potensi kehidupan thaqah hayawiyyah (potensi kehidupan), yaitu potensi yang juga diciptakan Allah SWT pada lainnya. Seperti halnya pada benda-benda yang telah diciptakan khasiat-khasiatnya, maka pada diri manusia telah diciptakan pula berbagai Gharizah (naluri) serta hajatul ‘udhowiyah (kebutuhan jasmani),” Tegas Din Syamsuddin.
Kemudian yang kedua, Aqliyah (pola pikir) Islam adalah berpikir berdasarkan Islam, yaitu menjadikan Islam satu-satunya tolak ukur umum terhadap seluruh pemikiran tentang kehidupan.
“Jadi, bukan sekedar untuk mengetahui atau untuk (kepuasan berpikir) seorang intelek. Selama seseorang menjadikan Islam sebagai tolak ukur atas seluruh pemikirannya secara praktis dan secara riil, berarti dia telah memiliki ‘aqliyah Islam,” sambung Din Syamsuddin.
Sedangkan yang dimaksud dengan Nafsiyah (pola sikap) Islam adalah menjadikan seluruh kecenderungan yang bertumpu pada asas Islam, yaitu menjadikan Islam sebagai satu-satunya tolak ukur umum terhadap seluruh pemenuhan (kebutuhan jasmani maupun naluri).
“Manisnya beragama jika kita membaca Al-Qur’an dan mampu memahami makna dari setiap ayat Al-Qur’an,” tutup Din Syamsuddin.
Penyerahan paket sembako secara simbolis kepada warga lingkungan kampus UMJ oleh Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., Warek I Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., dan Warek III Dr. Rini Fatma Kartika, S.Ag., MH.
Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan serangkaian dari kegiatan pembagian sembako dan buka bersama yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam Kemuhamadiyahan (LPP AIK). Ketua LPP AIK UMJ Drs. Fakhrurazi, MA., mengatakan bahwa kegiatan digelar dalam rangka menikmati dan mengamalkan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Ini sebagai kegiatan saling berbagi kepada fakir miskin. Nanti juga kita akan buka bersama, menunaikan salat wajib berjamaah, hingga tarawih berjamaah. Selanjutnya mendengarkan ceramah Nuzulul Qur’an dengan tema Implementasi nilai-nilai Qur’ani dalam Membangun Peradaban,” jelas Fakhrurazi.
Peringatan malam Nuzulul Qur’an dihadiri oleh jajaran pimpinan Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., Warek, sivitas akademika, tenaga pendidik, mahasiswa hingga masyarakat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. (KH/KSU)