• LAZ UMJ Salurkan Zakat pada Ratusan Karyawan

    0

     

    LAZ UMJ Salurkan Zakat pada Ratusan Karyawan

    Oleh :
    Kholifatul Husna
    Zakat Fitrah UMJ
    Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, SH., MH. Dan Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) At-Taqwa UMJ Saat penyerahan penyaluran dana Zakat Fitrah kepada tendik dan karyawan UMJ, di Masjid At-Taqwa UMJ Jum’at (14/04/2024).
     
     

    Lembaga Amil Zakat Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melaksanakan Penyaluran Dana Zakat Fitrah kepada ratusan tenaga pendidik (tendik) / karyawan UMJ, Jum’at (14/04/2023). Penyaluran dana dilakukan oleh Wakil Rektor IV UMJ Dr. Septa Candra, SH., MH. Dan Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) At-Taqwa UMJ kepada beberapa perwakilan karyawan di Masjid At-Taqwa UMJ.

    Penyaluran dana Zakat Fitrah tersebut digelar oleh Lembaga Amil Zakat DKM At-Taqwa UMJ. Dalam sambutannya, Ketua DKM At-Taqwa Bambang Irawan, M.Pd. mengatakan penyaluran dana Zakat Fitrah ini merupakan bentuk keberpihakan pimpinan kepada tendik dan karyawan di lingkungan UMJ.

    “Penyaluran dana zakat fitrah yang dilaksanakan oleh DKM At-Taqwa ini merupakan bentuk perhatian kami memperhatikan terlebih dahulu tendik dan karyawan di lingkungan UMJ untuk memberikan kebermanfaatan serta menumbuhkan kualitas beribadah dalam bekerja,” ungkap Bambang.

    Pada kesempatan yang sama, Septa menegaskan bahwa adanya penyaluran dana ini merupakan bentuk ikhtiar kepedulian dan perhatian pimpinan UMJ untuk mensejahterakan tendik dan karyawan dilingkungan UMJ.

    “Adanya penyaluran dana zakat fitrah ini tentu bukan sebuah seremonial belaka namun harus diambil hikmahnya bahwa dengan diberikannya amanah kepada tendik dan karyawan itu bukan semata-mata hanya bekerja saja namun niatkan juga dengan Ibadah, La`in syakartum la`azīdannakum,(sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu),” tegas Septa.

    Penyaluran dana zakat fitrah dilakukan dengan beberapa gelombang, pada gelombang pertama penyaluran dana zakat fitrah diberikan kepada 375 tendik dan karyawan di lingkungan UMJ Jum’at (14/04/2023). Kemudian, pada gelombang kedua akan dilaksanakan Senin (17/04/2023) mendatang menargetkan sebanyak 500 orang baik kepada warga di lingkungan UMJ, Yatim dan Duafa, serta warga disabilitas. (KH/KSU)

    Editor : Budiman

  • Tunaikan Zakat Walau Keadaan Sempit

    0

     

    Tunaikan Zakat Walau Keadaan Sempit

    Oleh :
    Mutiara Halimatu's Sadiyah
     
     

    Allah swt memberikan isyarat kepada umat islam untuk menunaikan zakat di siang maupun malam hari, baik di keadaan lapang maupun sempit. Penggalan isi ceramah tersebut dibawakan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DKI Jakarta Dr. Akhmad H. Abu Bakar ketika menjadi narasumber Kajian Tematik yang bertemakan Gerakan Zakat Untuk Mencerahkan Ekonomi Umat, di Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (14/04/2023).

    Zakat fitrah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan umat Islam di Bulan Ramadan. Perintah untuk melaksanakan zakat, infak, dan sedekah sudah tertuang dalam ayat-ayat Al-Quran. Pada kesempatan ini, Abu Bakar menerangkan zakat berdasarkan tiga perspektif ayat dari tiga surah yang berbeda.

    Pertama, dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 274, Allah swt telah memerintahkan kepada umat manusia untuk melaksanakan zakat baik di siang dan malam hari. Oleh karenanya tidak ada batasan waktu untuk melaksanakan zakat hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Kedua, berkaitan dengan ayat tersebut, di dalam Quran surah Ali’Imran ayat 134 dijelaskan bahwa zakat bisa dilakukan di berbagai kondisi kehidupan.

    “Begitu hebat dan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sehingga Allah swt menganjurkan kita untuk melakukannya, baik dalam keadaan lapang ataupun dalam keadaan sempit, sebab Allah swt sudah mengisyaratkan kita untuk menunaikan zakat.” ujar Abu Bakar.

    Abu Bakar juga menjelaskan bahwa perintah menginfakkan sebagian harta tertuang dalam Quran surah Al-Munafiqun ayat 10 yang berisi tentang penyesalan manusia karena tidak sempat bersedekah semasa hidup di dunia. Dengan demikian tidak ada lagi kesempatan manusia untuk berbuat baik. Tidak jarang kesadaran manusia masih kurang dalam menunaikan zakat.

    Menurut Abu Bakar, perlu adanya sentuhan psikologis dan pemberdayaan spiritual serta mental agar terjadi perubahan dalam diri seseorang. Pemberdayaan mental juga perlu dilakukan pada mereka yang menerima bantuan agar kelak mereka juga dapat merasakan memberi dan tidak hanya diberi. Kegiatan ini telah diterapkan BAZNAS DKI Jakarta dalam memajukan ekonomi rakyat Jakarta, salah satunya pemberian beasiswa yang diikuti gerakan UMKM mahasiswa.

    Kajian Tematik yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPP-AIK UMJ) dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr. Ma’mun Murod, M.Si., jajaran Wakil Rektor UMJ, Ketua LPP-AIK UMJ Dr. Fakhurazi, MA., Ketua LPP-AIK Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMJ Jaharuddin, SE., ME., sebagai moderator acara, dan sivitas akademika UMJ. (MT/KSU).

    Editor : Budiman

  • Rektor: Dokter Lulusan UMJ Diharapkan Senafas dengan Muhammadiyah

    0

     

    Rektor: Dokter Lulusan UMJ Diharapkan Senafas dengan Muhammadiyah

    Oleh :
    Dinar Meidiana
    Angkat Sumpah ke 50
    Lulusan Program Studi Profesi Dokter saat ucap sumpah dokter, di Auditorium dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Kamis (13/04/2023).
     
     

    Dokter Lulusan Universitas Muhammadiyah Jakarta diharapkan menjadi dokter yang senafas dengan Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dalam Angkat Sumpah Dokter Ke 50 Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ, di Auditorium dr. Syafri Guricci, Kamis (13/04/2023).

    Sebanyak 11 lulusan Program Studi Profesi Dokter mengucapkan ikrar sumpah dokter dipimpin oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P., FAPSR., FISR, dan didampingi oleh rohaniawan. Naskah sumpah dokter kemudian ditandatangani oleh perwakilan wisudawan dan dekan FKK UMJ, serta disaksikan oleh Rektor UMJ dan Ketua Program Studi Profesi Dokter.

    “Kuliah di UMJ bukan untuk dimuhammadiyahkan tapi bagaimana cara pandangnya senafas dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah ini pandangannya ke depan, berkemajuan. Minimal nilai- nilai yang didapatkan di Muhammadiyah dapat dikembangkan di masyarakat. Dokter alumni UMJ harus ada bedanya, yaitu menampilkan nilai-nilai Islam,” ungkap Ma’mun pada lulusan Program Studi Profesi Dokter.

    Baca juga : Angkat Sumpah Dokter ke 47 Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ

    Kisah yang dapat menjadi inspirasi bagi para dokter muda adalah lahirnya Muhammadiyah yang didorong oleh persoalan pendidikan. Ma’mun menjelaskan bahwa KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk menangkal penyebaran kristenisasi oleh Pemerintah Belanda.

    “Ikhtiar itu dilakukan KH Dahlan bukan melalui dakwah ceramah di masjid tapi mengadakan apa yang dipunya oleh Belanda yaitu sekolah, rumah sakit, panti asuhan. Maka berdirilah PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem),” ujar Ma’mun.

    Lebih lanjut, Ma’mun mengatakan bahwa semangat yang dimiliki Muhammadiyah adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu ribuan sekolah Muhammadiyah bisa berdiri di seluruh Indonesia termasuk wilayah dengan mayoritas umat Kristen maupun agama lain.

    Keseriusan itu pula yang mendorong UMJ untuk selalu berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Beberapa upaya dilakukan di antaranya program beasiswa yang digelontorkan UMJ untuk lebih dari 500 mahasiswa setiap tahun, dan kerja sama dengan berbagai instansi maupun lembaga.

    Ma’mun juga menekankan agar upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dinilai melalui lembaga akreditasi dapat dicapai. Pada 2025 mendatang, FKK UMJ akan menjalani penilaian atau akreditasi dan diharapkan dapat meraih predikat unggul sesuai amanat persyarikatan dan LLDIKTI.

    Angkat Sumpah ke 50
    Angkat Sumpah Dokter Ke 50 di Auditorium dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Kamis (13/04/2023).

    Hal senada diungkapkan oleh Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P., FAPSR., FISR. yang juga memohon dukungan pada seluruh pihak agar FKK UMJ dapat meningkatkan akreditasi. Selain itu, Fachri menyampaikan ucapan selamat pada seluruh lulusan yang telah resmi menyandang gelar dokter melalui pelantikan dan angkat sumpah.

    Fachri berpesan bahwa dokter lulusan Muhammadiyah harus memiliki karakter unggulan. “Sebagai dokter muslim dari PTMA (Perguruan Tinggi Muhamamdiyah Aisyiyah), saudara telah memiliki 5 karakter unggul dibandingkan lulusan lain. Selalu belajar sepanjang hayat, berpihak pada kebenaran, kritis, menyampaikan ilmu dan melaksanakan ibadah,” tutur Fachri.

    Berdasarkan laporan dari Ketua Program Studi Profesi Dokter Dr. dr. Farsida, MPH., seluruh mahasiswa yang diangkat sumpah ini telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada Februari 2023. Farsida mengungkapkan bahwa proses yang telah dilewati para mahasiswa didukung oleh berbagai pihak mulai dari kampus, orang tua, hingga rumah sakit dan dinas kesehatan jejaring FKK UMJ.

    FKK UMJ sejak berdiri hingga kini telah melahirkan sebanyak 1656 dokter yang tersebar di seluruh penjuru negeri hingga ke luar negeri. Sebagian besar dokter lulusan UMJ melanjutkan studi spesialis, beberapa di antaranya mendapat beasiswa dari FKK UMJ. Farsida mengatakan bahwa program beasiswa tersebut diberikan pada mahasiswa terbaik yang diharapkan dapat menjadi kader pendidik di FKK UMJ.

    Angkat Sumpah Dokter ke 50 yang mengusung tema Ama et Quid Vis Fac dalam bahasa inggris berarti love and do what you want. Tema tersebut memiliki makna mendalam yaitu para dokter lulusan UMJ mencintai profesi sebagai dokter muslim sekaligus dokter Muhammadiyah yang menjalankan tugas berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.

    Angkat Sumpah Dokter Ke 50 FKK UMJ dihadiri pula oleh Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., Wakil Dekan I FKK Dr. dr. Risky Akaputra, Sp.P., dan Wakil Dekan II FKK Fatimah, SST., M.KM. (DN/KSU)

    Editor: Tria Patrianti

  • Komunitas ‘Aisyiyah UMJ Laksanakan Ta’awun Sosial

    0

     

    Komunitas ‘Aisyiyah UMJ Laksanakan Ta’awun Sosial

    Oleh :
    Qithfirul Fahmi
    r. Oneng Nurul Badriyah, M.Ag
    Ketua Komunitas ‘Aisyiyah UMJ Dr. Oneng Nurul Badriyah, M.Ag. (berdiri), saat menyapa siswa-siswi pesantren dan sekolah tunanetra Yayasan Raudhatul Makfufin di Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Rabu (12/04/2023).
     
     

    Komunitas ‘Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kunjungi pesantren dan sekolah tunanetra Yayasan Raudhatul Makfufin di Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Rabu (12/04/2023). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka bersilaturahmi dan melaksanakan ta’awun sosial.

    Ta’awun sosial merupakan suatu pekerjaan maupun perbuatan tolong-menolong antar sesama manusia. Salah satu bentuk ta’awun sosial yang dilakukan yaitu berupa infak untuk operasional yayasan Raudhatul Makfufin, tujuh Al-Qur’an Braille, dan 40 paket sembako Lazismu.

    Baca juga : Aisyiyah Berkomitmen Untuk Memajukan Peradaban di Era 5.0


    Ketua Komunitas ‘Aisyiyah UMJ Dr. Oneng Nurul Badriyah, M.Ag. yang hadir pada kegiatan ini, menyampaikan bahwa dengan wakaf Al-Qur’an Braille tersebut dapat membantu kelancaran belajar dan menghafal para siswa-siswi. “Mudah-mudahan anak-anak semua bisa lanjut dan hafal Al-Qur’an serta diberikan kemudahan oleh Allah SWT, karena yang saya ketahui adik-adik ini dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga bantuan lainnya bermanfaat juga untuk para pengelola dan para ustaz Yayasan Raudhatul Makfufin,” harap Oneng.

    Aisyiyah
    Ketua Komunitas ‘Aisyiyah UMJ Dr. Oneng Nurul Badriyah, M.Ag. memberikan Al-Qur’an Braille kepada Ketua Pesantren Raudhatul Makfufin Ustaz Wijaya di pesantren dan sekolah tunanetra Yayasan Raudhatul Makfufin di Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Rabu (12/04/2023).

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Pesantren Raudhatul Makfufin Ustaz Wijaya menjelaskan perjuangan panjang berdirinya Raudhatul Makfufin sejak tahun 1983. Menurutnya, Yayasan Raudhatul Makfufin merupakan pesantren berkebutuhan khusus untuk tunanetra yang berfokus pada program tahfiz qur’an.

    “Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk membaca Al-Qur’an. Hal inilah yang membuat seorang tunanetra sekaligus pendiri pesantren K.H Alif Soleh berpikir bagaimana cara menyelamatkan keimanan tunanetra. Maka terbentuklah pesantren ini secara bertahap dengan door to door,” ungkap Wijaya.

    Selain bersilaturahmi, Oneng yang datang bersama empat dosen UMJ lainnya sekaligus pengurus Komunitas ‘Aisyiyah diajak untuk melihat aktivitas dan fasilitas pesantren serta sekolah tunanetra Yayasan Raudhatul Makfufin di akhir kegiatan. Pesantren dan sekolah tersebut sudah terdaftar resmi dengan SK Kemenag dan SK Kemenkumham serta terakreditasi B.

    Komunitas ‘Aisyiyah UMJ merupakan kelompok perempuan di lingkungan UMJ yang tergabung untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan literasi lewat berbagai kegiatan, salah satunya ta’awun sosial. ‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan Muhammadiyah, yang lahir salah satunya karena KH. Ahmad Dahlan selalu mendorong perempuan untuk berperan dan berkiprah tidak hanya di wilayah domestik (rumah dan keluarga) tapi juga di masyarakat. (QF/MT/KSU)

  • Copyright © - Metweb

    Metweb - Powered by Blogger - Designed by Emet