• Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China

    0

     

    Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China

    Oleh :
    Asep Setiawan
    Uyghur
    Diskusi tentang Islamophobia terhadap Uyghur secara virtual, Selasa (9/5/2023).
     
     

    Tiga langkah dapat dilakukan dalam menghadapi Islamophobia terhadap umat Islam Uyghur di China. Pertama, melakukan promosi untuk meningkatkan kesadaran umat Islam di dunia. Kedua adalah melakukan tekanan internasional kepada pemerintah China agar bersikap bijaksana kepada Uyghur. Ketiga dengan memberikan dukungan kepada komunitas Uyghur.

    Demikian disampaikan Dr. Asep Setiawan, dosen Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmi Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam Roundtable Discussion Encounter Islamophobia in China Against Uyghur kerjasama FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Center for Uyghur Studies di Washington, Amerika Serikat, hari Selasa (9/5/2023). Hadir dalam diskusi yang dihadiri mahasiswa Indonesia secara online ini adalah Direktur Eksekutif Center for Uyghur Studies Abdulhakim Idris di Washington, Abdulmuqtedir Udun dari Otawa Kanada, Hazaretali Wushur dari Texas, Amerika Serikat. Hadir pula peserta dari Istanbul, Turki.

    Mempromosikan Kesadaran

    Salah satu cara untuk melawan Islamophobia pemerintah China terhadap Uyghur adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurut Bi, Wang, & Zhang (2021), salah satu strategi yang paling efektif untuk melawan Islamophobia adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang realitas Islam dan komunitas Muslim. Dalam hal ini, meningkatkan kesadaran tentang komunitas Uyghur di China dan keyakinan budaya serta agama mereka dapat menjadi cara yang efektif untuk melawan Islamophobia terhadap Uyghur.

    Meningkatkan kesadaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui media, media sosial, atau kampanye publik. Melalui saluran media, individu dapat belajar tentang tantangan yang dihadapi oleh Uyghur di China dan dampak kebijakan pemerintah terhadap kehidupan mereka. Media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang Islamophobia terhadap Uyghur, dengan tagar seperti #StopUyghurGenocide atau #SaveUyghur yang menjadi tren di platform seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Kampanye publik, seperti protes, pawai, atau unjuk rasa, juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan menuntut tindakan dari pemerintah China.

    Tekanan Internasional

    Cara lain untuk menghadapi Islamophobia di China terhadap Uyghur adalah dengan menerapkan tekanan internasional. Komunitas internasional, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, dapat memberikan tekanan kepada pemerintah China untuk mengubah kebijakannya terhadap Uyghur. Menurut Tugendhat (2021), tekanan internasional dapat membantu meningkatkan kesadaran akan masalah ini dan membawanya menjadi perhatian para pembuat kebijakan, media, dan masyarakat umum.

    Tekanan internasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui sanksi ekonomi, boikot politik, atau tekanan diplomatik. Sanksi ekonomi dapat dijatuhkan kepada China untuk membatasi aksesnya terhadap perdagangan internasional, investasi, atau teknologi. Boikot politik dapat digunakan untuk memboikot acara-acara, seperti Olimpiade Beijing, untuk menekan pemerintah China agar mengubah kebijakannya terhadap Uyghur. Tekanan diplomatik dapat dilakukan melalui forum-forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengeluarkan resolusi yang mengutuk kebijakan China terhadap Uyghur dan menuntut tindakan dari pemerintah China.

    Dukungan untuk Komunitas Uyghur

    Cara lain untuk menghadapi Islamophobia pemerintah China terhadap Uyghur adalah dengan memberikan dukungan kepada komunitas Uyghur. Menurut Chen dan Jones (2021), mendukung komunitas Uyghur dapat membantu meringankan dampak dari kebijakan pemerintah, seperti penahanan paksa, kerja paksa, dan asimilasi budaya. Dukungan terhadap komunitas Uyghur dapat diberikan dengan berbagai cara, seperti melalui bantuan kemanusiaan, bantuan keuangan, atau bantuan hukum. Bantuan kemanusiaan dapat diberikan kepada masyarakat Uyghur yang telah ditahan atau dipaksa meninggalkan rumah mereka. Bantuan finansial dapat diberikan kepada warga Uyghur yang kehilangan pekerjaan atau usaha akibat kebijakan pemerintah. Bantuan hukum dapat diberikan kepada warga Uyghur yang telah ditahan atau dianiaya oleh pemerintah China.

    Editor : Tria Patrianti

  • Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

    0

     

    Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

    Oleh :
    Nadiva Rahma
    Forum Diskusi Internasional MIPOL FISIP UMJ Mengangkat Tema Uyghur Challenges in China and Beyond di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023).
    Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023).
     
     

    Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema Uyghur Challenges in China and Beyond, di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023).

    Baca juga : Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China

    Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi.

    Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk pakaian, bahasa, pola makan, dan pendidikan. Hal tersebut menjadi tanggung jawab masyarakat internasional untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak individu di dunia.

    “Menghormati hak-hak budaya merupakan aspek penting dari rencana aksi domestik apa pun. China harus secara aktif mendukung pelestarian budaya Uyghur dan memulihkan praktik tradisional.
    Mendorong pendidikan dwibahasa, membiarkan kebebasan beragama, dan menghormati keberagaman budaya dapat mengurangi ketegangan dan membina keharmonisan di Xianjiang,” hal ini disampaikan oleh Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan saat memberikan materi.

    Adapun tantangan dimensi luar yang dihadapi saat ini adalah dukungan negara-negara asia dan Arab yang terbatas. Oleh karena itu, negara-negara asia telah menutup hubungan dengan China, karena itu mereka memiliki kebijakan terbatas untuk mendukung tujuan mulia Uyghur. Selanjutnya adalah Arab dan negara-negara islam karena diplomasi China dalam politik dan ekonomi juga memilki kebijakan terbatas dalam mendukung nasib Uyghur.

    Dukungan internasional dapat disalurkan melalui cara diplomatik. Negara-negara di seluruh dunia harus terlibat dengan China untuk mengungkapkan keprihatinan mereka dan mendukung penduduk Uyghur. Forum diskusi diikuti oleh Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Politik di lingkungan FISIP UMJ dan turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Kelompok Usaha Mahasiswa UMJ Lolos Ajang KMI Expo dan Award 2023 di Bali

    0

     

    Kelompok Usaha Mahasiswa UMJ Lolos Ajang KMI Expo dan Award 2023 di Bali

    Oleh :
    Fazri Maulana
    Kelompok dengan usaha Jatropha Paper Soap (Kiri) dan kelompok dengan usaha tabungan aqiqah hasanah (kanan) berhasil lolos KMI Expo dan Award 2023 di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, (15-17/10/23).
     
     

    Dua kelompok usaha mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil lolos untuk mengikuti KMI Expo dan KMI Award XIV 2023 (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) yang akan dilaksanakan di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, (15-17/10/23).

    Baca juga : UPT PIBK UMJ Adakan Pelatihan Kewirausahaan untuk Mahasiswa

    Mahasiswa UMJ tersebut merupakan kelompok yang berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Kelompok pertama kategori Industri kreatif, seni, budaya, dan pariwisata dengan usaha Jatropha Paper Soap yakni Shaffikri Muthi (FTan), Evita Sri Delfanti (FTan), Anisa Halimatu Saidah (FTan), Siti Alisah (FEB), dan Anisa Pitriani (FTan).

    Kemudian, kelompok kedua kategori jasa dan perdagangan dengan usaha tabungan aqiqah hasanah yakni Arild Sadewo Wifrandi (FTan), Abdul Hamid (FTan) danan Muhammad Ardika Pangestu (Ftan).

    KMI Expo dan KMI Arward XIV 2023 adalah tempat bertemunya wirausaha mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk saling berkompetisi, mengenalkan produknya, membangun jejaring dan apresiasi kepada usaha mahasiswa pelaksana P2MW.

    Sebelumnya, mereka telah mengikuti beberapa tahap seleksi. Tahap I seleksi berupa pengumpulan proposal yang ditinjau oleh internal UMJ untuk dilakukan seleksi yang berhak didaftarkan ke belmawa Kemendikbudristek. Selanjutnya, Tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) P2MW oleh panitia dari Kemendikbudristek.

    Kepala Unit Pelayan Teknis Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (UPT PIBK UMJ) Dessy Iriani Putri, S.P., M.Si., mengaku senang dengan capaian lolos dalam KMI Expo dan KMI Award. Menurutnya, mahasiswa telah melewati tahap seleksi yang ketat dari Kemendikbud Ristek.

    “Alhamdulillah, mereka sudah melakukan persiapan yang matang mulai dari mengikuti pelatihan, bazar produk, dan penilaian dosen pembimbing,” tutur Dessy saat ditemui diruangannya, Rabu (25/10/23).

    Dessy mengungkapkan harapannya, agar mahasiswa dapat lanjut mengembangkan program usahanya dan membuka lapangan kerja baru. Terlebih lagi, bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya untuk berwirausaha.

    Dalam sesi lain, Anggota kelompok usaha tabungan aqiqah hasanah, Abdul Hamid menjelaskan alasan utama dibalik usaha yang dibuat. Ia bersama teman kelompoknya ingin memberikan bantuan dan kemudahan untuk masyarakat merencanakan Aqiqah jauh lebih murah dengan proses menabung. Tidak hanya itu, Ia juga mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Universitas, dimulai dari pebimbingan dan pelatihan.

    Pada kesempatan yang sama, Anisa Halimatu bersama Siti Alisah salah satu anggota kelompok usaha Jatropha Paper Soap, menjelaskan bahwa produk sabun dari ekstrak daun jarak pagar punya keunggulan yakni ramah lingkungan.

    Mereka berharap produknya dapat menembus pasar internasional dengan melakukan ekspor ke berbagai negara. Karena, Industri kreatif menjadi salah satu pasar yang paling diminati saat ini. “Selain ekspor, kami ingin memperkenalkan bahwa mahasiswa memiliki kreatifitas dan inovasi yang luar biasa terkait pembaruan produk,” tutup Anisa dan Alisa.

    Kegiatan yang merupakan kompetensi tahunan mahasiswa wirausaha ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Winda Yulianti Mahasiswi FAI UMJ Sabet 2 Juara Lomba Nasional MC dan News Anchor

    0

     

    Winda Yulianti Mahasiswi FAI UMJ Sabet 2 Juara Lomba Nasional MC dan News Anchor

    Oleh :
    Fazri Maulana
    Winda Yulianti Mahasiswa FAI Raih Juara 1 Lomba MC dan News Anchor pada ajang Worskhop and Public Speaking Compettion 2023 di Universitas Jember, Minggu (22/10/23).
    Winda Yulianti Mahasiswa FAI Raih Juara 1 Lomba MC dan News Anchor pada ajang Worskhop and Public Speaking Compettion 2023 di Universitas Jember, Minggu (22/10/23).
     
     

    Winda Yulianti, mahasiswi Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ), berhasil sabet dua juara sekaligus yakni Juara satu Master of Ceremony (MC) dan News Anchor pada ajang Worskhop and Public Speaking Compettion 2023 di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ), Minggu (22/10/23).

    Baca juga : 2 Anggota KPM UMJ Raih Juara Kontes Presenter TV Muhammadiyah

    Lomba yang diadakan oleh Protokol FISIP UNEJ terdiri dari babak penyisihan hingga final. Pada babak penyisihan peserta diminta untuk membuat video berdurasi maksimal 3 menit. Lima orang dengan nilai tertinggi dari masing-masing kategori lomba masuk ke babak final untuk menampilkan kebolehannya dalam bakat public speaking yang dilakukan secara langsung.

    Winda yang juga merupakan Anggota Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (KPM UMJ) mengaku senang dengan prestasi yang diraih, dengan membawakan acara pelantikan untuk kategori MC dan Berita Kriminal untuk kategori News Anchor. Sebelumnya, Winda juga telah meraih juara 1 MC pada Pekan Protokol Nasional dan juara 2 presenter yang diadakan oleh Televisi Muhammadiyah (TvMu).

    Perempuan yang biasa disapa Wendha bercerita bahwa lomba ini bukan pertama kali yang diikutinya. Sebelumnya, ia kerap mengikuti berbagai ajang lomba tak jarang menuai kegagalan. Namun ia selalu berambisi untuk berusaha menjadi yang terbaik.

    “Aku orangnya ‘pendendam’, kalau gagal aku tidak pernah mau berhenti, begitupun jika sudah berhasil,” jelas Winda saat ditemui di Lobby Rektorat, Rabu (25/10/23).

    Lebih lanjut, Winda sangat bersyukur atas capaiannya meraih dua juara sekaligus. Ia berharap di masa depan dapat naik level untuk mengikuti lomba dengan tingkatan yang lebih tinggi, bukan level mahasiswa lagi.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Copyright © - Metweb

    Metweb - Powered by Blogger - Designed by Emet