• LPPM UMJ Jaring 645 Makalah Dalam Seminar Nasional 2023

    0

     

    LPPM UMJ Jaring 645 Makalah Dalam Seminar Nasional 2023

    Oleh :
    Fazri Maulana
    Peserta Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2023, Kamis (26/10/23).

    selenggarakan seminar nasional penelitian 2023. LPPM UMJ menjaring sebanyak 645 makalah terdiri dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seminar ini diadakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (26/10/23).

    Baca juga :

    Seminar kali ini menghadirkan tiga narasumber yakni Prof. Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc (Universitas Indonesia) berbicara tentang Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Penelitian dalam era 5.0, Assoc. Prof. Dr. Yudi Fernando (Universitas Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah) berbicara tentang peluang dan tantangan menuju World Class University, dan Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) berbicara tentang Integrasi Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN dalam peningkatan kinerja dan pemenuhan KIU Perguruan Tinggi.

    Rektor UMJ sekaligus Keynote Speaker Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., mengungkapkan bahwa UMJ harus berkolaborasi dengan institusi lainnya dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menuju unggul.

    “Jika kita ingin melakukan peningkatan kinerja untuk menuju unggul, hal itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya kolaborasi. Kolabarasi dilakukan untuk berbagi informasi, sumber daya dan lainnya,” ungkap Ma’mun.

    Lebih lanjut, Ma’mun mengapresiasi LPPM UMJ rutin melakukan penyelenggaraan Seminar Nasional 2023. Ia menegaskan untuk menuju unggul perlu didorong dengan kebijakan yang mendukung upaya peningkatan riset dan pengabdian dalam pelaksanaan Catur Dharma.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua LPPM UMJ Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., IPM, ASEAN, ENG., menuturkan UMJ telah rutin melakukan seminar nasional penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya itu, UMJ juga telah melaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) nasional dan Internasional. Hal itu sebagai bentuk komitmen UMJ menuju World Class University.

    “Semuanya memberikan satu warna UMJ menuju World Class University,” jelas Yuni.

    Seminar nasional diselenggarakan secara berkala tiap setahun sekali. Kali ini, seminar mengusung tema Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Penelitian Serta Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Merdeka Belajar Menuju World Class University.

    Ketua Panitia SEMNAS Assoc. Prof. Anwar Ilmar Ramadhan, S.T., M.T., Ph.D., melaporkan bahwa 645 makalah yang terkumpul terdiri dari beberapa bidang peminatan yaitu Pendidikan dan Agama, Kedokteran dan Kesehatan, Sains dan Teknologi, Pertanian dan Ekonomi, serta Hukum dan Politik. Diterima dari berbagai daerah diantaranya, Aceh, Bengkulu, Lampung,  Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung, Serang, Tasikmalaya, Garut, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Kendari, Balikpapan, Samarinda, dan internal UMJ.

    Agenda ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini juga sebagai ajang silaturahmi, komunikasi, dan informasi, serta bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam mengembangkan kegiatan diseminasi di berbagai bidang.

    Seminar Nasional juga terlaksana atas kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi sebagai co-host yaitu Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Pembangunan Jaya, Sekolah Tinggi Manajemen IMMI, Politeknik Citra Widya Edukasi, dan Universitas Prof. Dr. Hazairin Bengkulu.

    Kegiatan Seminar Nasional akan dilakukan hingga sore hari membahas berbagai topik penguatan kapasitas dan kolaborasi menuju World Class University.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Anggota ERDAMS FKM UMJ Turut dalam Distribusi Air Bersih di Tangsel

    0

     

    Anggota ERDAMS FKM UMJ Turut dalam Distribusi Air Bersih di Tangsel

    Oleh :
    Dinar Meidiana
    Adipatra Kenaro Wicaksana, Satria Cahaya Nova, dan Naufal Alif Ramadhan, saat melakukan distribusi air bersih di Kelurahan Kranggan, Tangsel, Kamis (19/10/2023).

    Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, mendorong mahasiswa

    Universitas Jakarta (FKM ) yang tergabung dalam Lembaga Semi Otonom ERDAMS untuk jadi sukarelawan dalam program Distribusi Air Bersih bersama Forum Potensi Tangsel. Program dilaksanakan sekitar satu pekan sejak 18 hingga 25 Oktober 2023 di daerah Kelurahan Kranggan, Tangerang Selatan.

    Baca juga :

    Mahasiswa tersebut adalah Adipatra Kenaro Wicaksana, Satria Cahaya Nova, dan Naufal Alif Ramadhan. Selain menjadi relawan dalam pendirian penampungan air sementara dan pendistribusian air, anggota ERDAMS juga turut memberikan pelayanan cek tensi darah gratis pada warga sekitar.

    Distribusi air dilakukan di beberapa titik yaitu RT 06/02, RT 07/03 dan RT 03/01. Lebih dari 300 Kepala Keluarga yang terdampak kekeringan berbaris dan antre untuk mengambil air bersih yang disediakan atas kerja sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tangsel, Pemadam Kebakaran, dan BSI Maslahat.

    Ribuan liter air yang berasal dari Gunung Salak dibawa menggunakan tangki air menuju titik lokasi setelah dilakukan koordinasi antara Ketua RT dengan pelaksana. Namun karena keterbatasan jumlah, maka pelaksana program juga menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai penyedia air bersih.

    Kelurahan Kranggan yang mayoritas bergantung pada air sumur mengalami kekeringan selama musim kemarau panjang tahun ini. Lokasi distribusi air ditetapkan setelah adanya hasil assessment wilayah terdampak yang menunjukkan bahwa Kranggan merupakan daerah terdampak kekeringan yang cukup parah.

    Adipatra, salah satu anggota ERDAMS menerangkan bahwa pendistribusian air direspons sangat positif oleh warga. “Warga antusias membawa ember maupun galon kosong untuk diisi air. Kendalanya tidak ada penampungan air yang cukup untuk penyimpanan jangka panjang. Jadi para relawan membuat penampungan sementara yang terbuat dari terpal,” kata Adi.  

    Meskipun cuaca panas dan suhu udara cukup tinggi mencapai 37 derajat, Adi mengungkapkan rasa senang dan bahagia karena dapat melihat antusiasme warga. “Melihat senyum warga, dan ketika mereka mengucapkan terima kasih, itu (rasa lelah) semua terbayar. Ini yang membuat saya merasa ketagihan dan senang berkegiatan di program sukarelawan,” ungkap Adi haru.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

    0

     

    Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

    Oleh :
    Nadiva Rahma
    Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023).

    Program Studi Ilmu Politik

    (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema Uyghur Challenges in China and Beyond, di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023).

    Baca juga :

    Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi.

    Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk pakaian, bahasa, pola makan, dan pendidikan. Hal tersebut menjadi tanggung jawab masyarakat internasional untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak individu di dunia.

    “Menghormati hak-hak budaya merupakan aspek penting dari rencana aksi domestik apa pun. China harus secara aktif mendukung pelestarian budaya Uyghur dan memulihkan praktik tradisional.
    Mendorong pendidikan dwibahasa, membiarkan kebebasan beragama, dan menghormati keberagaman budaya dapat mengurangi ketegangan dan membina keharmonisan di Xianjiang,” hal ini disampaikan oleh Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan saat memberikan materi.

    Adapun tantangan dimensi luar yang dihadapi saat ini adalah dukungan negara-negara asia dan Arab yang terbatas. Oleh karena itu, negara-negara asia telah menutup hubungan dengan China, karena itu mereka memiliki kebijakan terbatas untuk mendukung tujuan mulia Uyghur. Selanjutnya adalah Arab dan negara-negara islam karena diplomasi China dalam politik dan ekonomi juga memilki kebijakan terbatas dalam mendukung nasib Uyghur.

    Dukungan internasional dapat disalurkan melalui cara diplomatik. Negara-negara di seluruh dunia harus terlibat dengan China untuk mengungkapkan keprihatinan mereka dan mendukung penduduk Uyghur. Forum diskusi diikuti oleh Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Politik di lingkungan FISIP UMJ dan turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris.

    Editor : Dian Fauzalia

  • Muhammadiyah Tidak Anti Kritik

    0

     

    Muhammadiyah Tidak Anti Kritik

    Oleh :
    Dinar Meidiana
    Rektor UMJ Ma'mun Murod dalam acara TVmu
    Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., saat menjadi narasumber pada acara Doorstop Media Afiliasi yang ditayangkan secara langsung di kanal TVMu Bandung (13/05/2023).
     
     

    Perkara ancaman pembunuhan pada warga Muhammadiyah yang dilayangkan oleh AP Hasanudin dalam komentarnya di status media sosial milik Thomas Jamaluddin, seorang pakar astronomi BRIN, pada jelang Idulfitri 2023 lalu terus berlanjut. Akibatnya banyak pihak, terutama dari internal Muhammadiyah, membuat laporan ke pihak kepolisian dan saat ini sudah sampai proses penyidikan oleh Bareskrim.

    Hari Selasa (09/05/2023), tiga orang dari Muhammadiyah dimintai keterangan di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta. Ketiganya yaitu Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Ismail Fahmi, dan Mashuri. Dalam Doorstop Media Afiliasi yang ditayangkan secara langsung di kanal TVMu Bandung (13/05/2023), ketiganya menyampaikan proses hukum yang berlangsung pasca dimintai keterangan.

    Ma’mun menyampaikan bahwa ia dan dua saksi lainnya datang memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan sekaligus membawa bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta ini menyampaikan beberapa poin penting terkait proses hukum.

    Menurutnya,  Thomas Jamaluddin juga perlu dipanggil dan dimintai keterangan. “Saya kira penting untuk memanggil Thomas, tidak berhenti sampai AP Hasanudin. Justru AP Hasanudin itu hanya korban provokasi dari Thomas dan itu membawa kemarahan pada diri Hasanuddin,” ungkapnya.

    Terkait dengan kasus ini, Ma’mun juga menyayangkan media yang sempat menulis dan memberikan pandangan bahwa Muhammadiyah anti kritik. Ma’mun menyebut anggapan itu keliru karena sejak Thomas memberikan pernyataan terkait perbedaan metode tanggalan yang digunakan Muhammadiyah, tidak ada reaksi apapun dari Muhammadiyah.

    “Kami baru  merespon ketika ada komentar dari AP Hasanuddin yang memang sudah masuk perkara hukum. Kami tidak memperkarakan Pak Thomas yang tidak sepakat pada metode Muhammadiyah dalam menentukan penanggalan. Kami menghargai pandangan ilmiah Thomas, dan dia juga harus menghargai muhammadiyah,” tegas Ma’mun.

    Sementara itu Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit sekaligus Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, menyarankan agar para pakar untuk tetap fokus memberikan pandangan secara ilmiah. Menurutnya berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan Chat GPT, pernyataan Thomas yang dimuat dalam akun media sosial pribadinya mengandung emosi, bukan pandangan murni ilmiah.

    “Ini satu pelajaran, ke depannya para ilmuan kita ketika diminta oleh negara agar sesuai dengan tupoksinya. Menahan diri untuk tidak melompat, apalagi ke yang bersifat emosional, dan di-posting di media sosial yang bisa mengundang orang untuk berkomentar,” katanya.

    Dalam hal ini Ismail Fahmi berharap agar Kementerian Agama dapat melakukan evaluasi agar kejadian sejenis tidak berulang. “Kemenag bisa mengevaluasi supaya tidak terjadi lagi. Gebyarkan perbedaan, kita bergembira pada perbedaan. Ciptakan kegembiraan supaya tensinya tidak tinggi,” pungkasnya.

    Saksi lainnya, yaitu Mashuri berpendapat bahwa kejadian ini memperlihatkan adanya pemaksaan pandangan dan pemikiran keagamaan terhadap keyakinan dan keputusan Muhammadiyah. Menurutnya urusan terkait ibadah mahdhah dapat diserahkan ke ormas masing-masing. “Independensi dari negara seharusnya tidak hanya memfasilitasi atau mengakomodir kelompok-kelompok tertentu dalam melaksanakan ibadah mahdhah di Indonesia ini,” pungkasnya.

    Kegiatan ini diikuti oleh puluhan media afiliasi Muhammadiyah melalui  aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung di kanal TVMu Bandung, Sabtu (13/05/2023).

    Editor : Tria Patrianti

  • Program Studi Manajemen FEB UMJ Raih Akreditasi Unggul

    0

    Program Studi Manajemen FEB UMJ Raih Akreditasi Unggul

    Oleh :
    Mutiara Halimatu's Sadiyah
    Selamat Akreditasi Prodi Manajemen-04
     
     

    Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ) sukses raih predikat Unggul. Prestasi ini menambah daftar program studi unggul di UMJ. Hasil tersebut berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No : 1705/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/V/2023 yang terbit pada 11 Mei 2023. 

    Sebagaimana target capaian jumlah prodi terakreditasi Unggul yang sering disampaikan Rektor UMJ dalam berbagai kesempatan, Prodi Manajemen FEB UMJ menambah amunisi bagi UMJ untuk meningkatkan akreditasi institusi yang akan dilaksanakan 2024 mendatang.

    Ketua Prodi Manajemen, Dr. Hasanah, S.E., M.M. menuturkan dibutuhkan kerja keras seluruh pihak baik internal maupun eksternal untuk meraih akreditasi unggul. Sebelumnya, prodi manajemen telah ditunjuk Rektor UMJ untuk mengikuti ISK atau Instrument, Suplemen, dan Konversi yang ditetapkan oleh BAN-PT pada Oktober 2022. ISK digunakan khusus untuk mengkonversi peringkat A, B, dan C menjadi peringkat Unggul, Baik Sekali, dan Baik.

    Terdapat 4 komponen data yang menjadi persyaratan mengikuti ISK yakni Dosen, kurikulum, mutu, dan lulusan.  “Seluruh syarat data telah kami (prodi manajemen) penuhi. Salah satunya komponen dosen, prodi manajemen memiliki tiga professor, lektor kepala yang lebih dari 50%, dan juga dosen bersertifikasi yang lebih dari 50%. Kami mempersiapkan ini secara berkala dan rutin,” ujar Hasanah.

    Baca Juga : Program Studi Perbankan Syariah FAI UMJ Raih Akreditasi Unggul

    Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep. menuturkan rasa bangganya terhadap prestasi yang diperoleh prodi manajemen. “Ini menjadi satu energi baru yang menambah keyakinan bahwa UMJ akan mendapat akreditasi unggul, karena semua syarat semakin terpenuhi untuk menuju ke arah yang lebih baik,” ungkap Hadi.

    Mempersiapkan data-data dengan waktu yang relatif singkat, pada Desember 2022 prodi manajemen berhasil mengupload seluruh dokumen yang dibutuhkan. Setelah menunggu hampir 4 bulan, prodi manajemen berhasil meraih predikat unggul yang berlaku sampai tahun 2025.

    Hasanah berharap prodi manajemen dapat terus mempertahankan predikat unggul. Begitu juga dengan seluruh prodi di UMJ agar semakin banyak kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada UMJ. (MT/KSU). 

  • Copyright © - Metweb

    Metweb - Powered by Blogger - Designed by Emet